25 Oktober 2020
Penutupan Sementara Tempat Usaha di Makassar Mulai Dipertimbangkan

Penutupan Sementara Tempat Usaha di Makassar Mulai Dipertimbangkan

Mengantisipasi penularan Covid-19, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Majid rembug bersama pelaku usaha hotel, restoran, tempat hiburan malam, pusat perbelanjaan, dan event organizer di Kantor Dinas Pariwisata Kota Makassar, Selasa (17/03/2020).

Dalam pertemuan itu, Kadis Rusmayani Majid membahas berbagai langkah antisipasi yang dapat ditempuh pelaku usaha bersama pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di Makassar.

Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Zulkarnain Ali Naru berujar, pihaknya telah melakukan serangkaian tindakan pencegahan seperti tes suhu badan, penyemprotan disinfektan, hingga menunda event yang mendatangkan artis-artis dari luar negeri ataupun luar kota Makassar.

“Jika berisiko akan menutup untuk sementara waktu,” sebut Zulkarnain Ali Naru saat pertemuan.

Kadis Rusmayani Majid bilang, dunia pariwisata paling merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Ia segera berkoordinasi dengan Pj Wali Kota mengenai pertemuan tersebut.

“Soal kemungkinan penutupan sementara tempat usaha akan kami pertimbangkan kembali, mengingat ada karyawan yang diupah harian, dan ada penutupan menyambut Hari Raya Nyepi, selama Ramadan hingga Idulfitri,” tuturnya.

Ia menambahkan, semua even pemerintah dan swasta ditunda sejak adanya pandemi Covid-19. Saat rembug bersama pelaku usaha, Kadis Rusmayani juga mendiskusikan rencana diterbitkannya surat edaran yang khusus diperuntukkan bagi pelaku usaha hiburan, dan pariwisata.

Data dari Dinas Pariwisata Kota Makassar di tahun 2018, ada 124 hotel berbintang yang beroperasi di Makassar, ditambah 138 restoran, 10 usaha karaoke, 1 diskotek, 18 refleksi kesehatan, 11 usaha pijat, dan 12 rumah bernyanyi keluarga. (BonePos)

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .